Fakultas Syariah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Berpartisipasi dalam MUSKERNAS PDHKI ke-8 dan APHKI ke-7 di Makassar

Makassar, 23 Juli 2026 – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu turut berpartisipasi aktif dalam ajang nasional Musyawarah Kerja Nasional (MUSKERNAS) Perkumpulan Dosen Hukum Keluarga Islam (PDHKI) ke-8 dan Asosiasi Program Studi Hukum Keluarga (APHKI) ke-7 yang diselenggarakan pada 22–24 Juli 2026 di Aryaduta Hotel Makassar.

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis bagi para akademisi, dosen, dan pengelola Program Studi Hukum Keluarga Islam dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat sinergi, bertukar gagasan, serta membahas berbagai isu aktual dalam pengembangan keilmuan dan pendidikan Hukum Keluarga Islam.

Dalam rangkaian konferensi internasional yang mengusung tema “Ecotheology and Family Law Transformation”, Fakultas Syariah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu turut berkontribusi melalui pemikiran akademik yang disampaikan oleh Dr. Zurifah Nurdin, M.Ag.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Zurifah Nurdin, M.Ag. mempresentasikan gagasan yang berjudul “Eco-Parenting sebagai Tanggung Jawab Orang Tua dalam Islam: Reinterpretasi Hifz Al-Nasl untuk Keberlanjutan Antargenerasi.”

Melalui paparannya, Dr. Zurifah Nurdin menekankan pentingnya melakukan reinterpretasi terhadap konsep Hifz Al-Nasl atau perlindungan terhadap keturunan dalam perspektif hukum Islam. Menurutnya, menjaga keturunan tidak hanya dimaknai sebagai upaya membesarkan, melindungi, dan mendidik anak, tetapi juga mencakup tanggung jawab untuk memastikan generasi mendatang dapat hidup dalam lingkungan yang sehat, aman, dan berkelanjutan.

Konsep eco-parenting atau pola asuh ramah lingkungan menjadi salah satu gagasan yang ditawarkan sebagai bentuk konkret tanggung jawab orang tua dalam membangun kesadaran ekologis sejak dini. Orang tua memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan kepada anak sebagai bagian dari pendidikan keluarga dan implementasi nilai-nilai keislaman.

Gagasan tersebut menunjukkan bahwa transformasi Hukum Keluarga Islam perlu terus dikembangkan secara holistik dengan mempertimbangkan tantangan ekologis dan keberlanjutan kehidupan antargenerasi. Keluarga tidak hanya menjadi ruang pendidikan nilai-nilai agama dan moral, tetapi juga menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Partisipasi Fakultas Syariah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam kegiatan MUSKERNAS PDHKI ke-8 dan APHKI ke-7 serta konferensi internasional ini menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam mendorong penguatan budaya akademik, pengembangan keilmuan, dan kontribusi dosen dalam forum nasional maupun internasional.

Melalui forum tersebut, diharapkan gagasan tentang eco-parenting dan reinterpretasi Hifz Al-Nasl dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pemikiran Hukum Keluarga Islam yang lebih kontekstual, responsif terhadap persoalan lingkungan, serta berorientasi pada keberlanjutan kehidupan generasi masa kini dan masa mendatang.

Fakultas Syariah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu terus berkomitmen menghadirkan inovasi pemikiran dan kontribusi akademik dalam pengembangan Hukum Keluarga Islam yang progresif, inklusif, dan berkelanjutan.

#FakultasSyariahUINFAS
#UINFASBengkulu
#PDHKI
#APHKI
#MUSKERNAS
#HukumKeluargaIslam
#Ecotheology
#FamilyLawTransformation
#EcoParenting
#HifzAlNasl
#KampusBerdampak
#AkademikBerkualitas